Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Special For Women. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Special For Women. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juni 2011

♥♥ Apa Arti Jilbab Bagimu, Muslimah? ♥♥

Jilbab ini tak sekedar penutup kepala karena rambut yang jelek,
Jilbab ini tak sekedar penutup kulit yang hitam atau coklat karena termakan iklan ingin berkulit putih,
Jilbab ini tak sekedar penutup kaki yang tidak panjang semampai,
Jilbab ini tak sekedar ingin ikut-ikutan tren karena banyak artis berjilbab,
Jilbab ini tak sekedar karena beli bahan kepanjangan mau buat apa sisanya,
Jilbab ini bukan dipakai karena memang terpaksa karena instansi tempat kita belajar atau bekerja mengharuskan kita untuk berjilbab,
Jilbab ini dipakai bukan karena ingin mencari perhatian lawan jenis agar dinilai alim ...
Muslimah, lebih dari itu semua, ketahuilah bahwa di antara kasih sayang Allah terhadap kaum wanita adalah tidak mengabaikan hal-hal yang dapat menjadi kemaslahatan bagi mereka kecuali menganjurkannya dan memerintahkannya, dan tidak membiarkan apapun yang membahayakannya kecuali memperingatkannya dan menghindarkannya dari mereka.
Muslimah, bentuk kasih sayang Allah kepada kaum perempuan adalah memerintahkannya supaya mengenakan hijab yang syar'i jika ia telah mencapai usia baligh dan lebih banyak menetap dirumah. Allah berfirman dalam QS. Al-Ahzab 33, "Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkahlaku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahli bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."
Juga dalam QS. An-Nuur 3, "Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anaka-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."
Juga dalam QS. Al-Ahzab 59, "Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka tidak diganggu. Dan Allah
adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Bagi saudari-saudariku yang sudah mengenakan pakaian muslimah tentu sudah tidak asing lagi dengan ayat-ayat diatas, bukan maksudku untuk meremehkan kalian semua dalam hal ini, akan tetapi aku tuliskan kembali semua ini sekedar untuk mengingatkan kembali tentang semangat kita semua dalam berpakaian mauslimah yang syar'i, karena di zaman yang serba modern saat ini bukanlah hal mustahil jika kita bisa saja tergoda oleh buaian dunia sehingga jauh dari aturan-aturan syariat. Naudzubillah. Tak terkecuali diriku. Semoga kita terhindar dari itu semua. Aku yakin, dengan saling mengingatkan di antara kita, Insya Allah akan menambah keimanan kita .
Teruntuk saudariku yang belum terketuk hatinya untuk mengenakan jilbab syar'i semoga dapat menambah wawasan dan menambah keyakinan bahwa tak ada kerugian ketika kita menaati apa yang Allah perintahkan. Saya dan muslimah lain mendoakan semoga kalian diberikan hidayah-Nya. Dan juga para lelaki, para suami maupun calon suami, sudah kewajiban Anda untuk juga tahu akan hal seperti ini karena Anda adalah pemimpin/calon pemimpin dalam keluarga yang tentunya anda mempunyai istri atau anak-anak perempuan yang menjadi tanggung jawab Anda untuk senantiasa mengingatkan dalam kebaikan dan nantinya pasti dimintai pertanggungjwaban.
Saudariku sudah selayaknyalah kita memudahkan orang-orang yang bertanggung jawab, karena kesadaran kita sendiri untuk berjilbab karena kita tahu kita lebih takut kepada Allah.
Saudariku, lalu sebenarnya hijab yang wajib dikenakan itu seperti apa?
  1. Menutup seluruh anggota badan kecuali muka dan telapak tangan
  2. Tebal dan tidak transparan
  3. Tidak mengundang fitnah atau menjadi perhiasan bagi dirinya
  4. Longgar tidak menggunakan wangi-wangian
  5. Tidak menyerupai kaum laki-laki
  6. Tidak berbusana seperti wanita non-muslim
  7. Tidak mencolok
Saya hanya menuliskan poin-poinnya saja. Selanjutnya Anda bisa mengakses lewat buku-buku, salah satunya yang berjudul "Pakaian Wanita Muslimah" karya Syaikh Utsaimin. Saudariku, sudahkah kita, istri kita, anak-anak kita nantinya, saudara perempuan kita berjilbab sesuai syariah? Mari senantiasa perbaiki niatan kita dan juga busana kita sehingga ketika kita berpakaian tidak hanya sekedar ikut tren tapi juga berniat melaksanakan perintah Allah yang menuai pahala.
Saudariku, semoga tulisan sederhana ini bisa kembali mengingatkanku dan kalian semua. Dakwah tidak sekedar berkata akan tetapi butuh suri tauladan. Semoga kita bisa mengikuti suri tauladan yang baik, Nabi Muhammad Saw. Semoga kita senantiasa dimudahkan oleh-Nya untuk menapaki dinul Islam. Amiin..



Rabu, 22 Juni 2011

♥♥ Cintaku Utuh Tak Tersentuh ♥♥

Ku mencintamu utuh tak tersentuh….

Jika ada yang bertanya, bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan ku jawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..

Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh..

Lalu apa yang ku khawatirkan? Dan kenapa pula ku harus mengejar? Tidak, aku tak sudi..
Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia..


Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya? Pahamkah maksudku?

Ku tanya padamu, pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga…
Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu.. Rasa yg entah akan berlabuh di mana?
Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih?
Tak malukah?


Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain…
Wahai para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah?
Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya.


Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah?
Tak sakitkah?
Tak cemburukah?
Jika kau, para lelaki, menjawab "ya" maka, itu pula yang kami, wanita, rasakan..


Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya…. 
Sekuat apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak akan pernah terjadi...
Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu?
Untuk apa kau kuras energi?
Karena apa kau habiskan airmatamu? Untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu?
Untuk apa?


Dan ku katakan padamu. Mungkin kau yang akan memilihku belum ku cinta saat itu. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, kau ku cinta... 
Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? 
Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku.. 
Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan..


Dan tak akan pernah ada ragu ku katakan kuserahkan cintaku UTUH TAK TERSENTUH, padamu.. Hanya padamu..
Ya, hanya padamu dan untukmu duhai cintaku….




Selasa, 21 Desember 2010

♥♥♥♫ Pohon Putri Malu ♫♥♥♥

Pada suatu hari, Rasulullah SAW berjalan-jalan bersama puteri baginda, Saidatina Fatimah RA.
Setibanya mereka berdua di bawah sebatang pohon tamar, Fatimah terpijak Pohon Putri malu , kakinya berdarah lalu mengaduh kesakitan.
Fatimah mengatakan kepada bapanya apalah gunanya Pohon Putri malu itu berada di situ dengan nada yang sedikit marah.
Rasulullah SAW dengan tenang berkata kepada puteri kesayangannya itu bahawasanya Pohon Putri malu itu amat berkait erat dengan wanita.
Fatimah terkejut.
Rasulullah menyambung kata-katanya lagi.
Para wanita hendaklah mengambil pengajaran daripada Pohon Putri malu ini dari 4 aspek.
Pertama, Pohon Putri malu akan kuncup apabila disentuh.
Ini boleh diibaratkan bahwa wanita perlu mempunyai perasaan malu (pada tempatnya).
Kedua, Pohon Putri malu mempunyai duri yang tajam untuk mempertahankan dirinya.
Oleh itu, wanita perlu tahu mempertahankan diri dan marah sebagai seorang wanita muslim.
Ketiga, Pohon Putri malu juga mempunyai akar tunjang yang sangat kuat dan mencengkam bumi. Ini bermakna wanita solehah hendaklah mempunyai keterikatan yg sangat kuat dengan Allah Rabbul Alamin.
Dan akhir sekali, Pohon Putri malu akan kuncup dengan sendirinya apabila senja menjelang. Oleh itu, para wanita sekalian, kembalilah ke rumahmu apabila waktu semakin senja.
Ambillah pengajaran dari Pohon Putri malu walau pun ia hanya sepohon tumbuhan yang kecil.



Senin, 20 Desember 2010

♥♥ Bersyukurlah karena kamu adalah WANITA ♥♥

Wanita...
Makhluk yg diciptakan Allah dgn penuh kelembutan...
Diberikan kelebihan mudah menitikkan air mata,sebagai salah satu caranya mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan…
Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki - laki,
Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri,
Dia mampu tersenyum, bahkan saat hatinya menjerit,
Dia mampu menyanyi saat menangis,
Menangis saat terharu,
Bahkan tertawa saat ketakutan,
Dia berkorban demi orang yg dicintainya,
Mampu berdiri melawan ketidakadilan,
Dia tidak menolak kalau melihat ada yang lebih baik darinya...
Dia menerjunkan dirinya untuk keluarga,
Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat,
Cintanya tanpa syarat...
Dia menangis saat melihat anaknya menjadi pemenang,
Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa,
Dia begitu bahagia mendengar kelahiran,
Hatinya begitu sedih mendengar kematian,
Tapi...
Dia punya kekuatan untuk mengatasi hidup,
Hanya satu yang kurang dari seorang WANITA,
" Dia tidak tahu betapa berharganya ia..."




Rabu, 15 Desember 2010

♥♥♥ Cantiknya Seorang Wanita ♥♥♥

Mungkin pada sepasang matanya yang hening yang selalu menjeling tajam atau yang kadang kala malu-malu memberikan kerlingan manja.
Boleh jadi pada bibirnya yang tak jemu-jemu menyerlahkan senyuman manis, atau yang sekali-sekali memberikan kecupan mesra di dahi umi juga, ayah, suami dan pipi mungil anak-anak.
Atau mungkin juga pada hilai tawanya yang gemersik dan suara manjanya yang boleh melembut sekaligus melembutkan perasaan.
Sejuta perkataan belum cukup untuk menceritakan kecantikan perempuan. Sejuta malah berjuta-juta kali ganda perkataan pun masih belum cukup untuk mendefinisikan tentang keindahan perempuan. 
Kitalah perempuan itu. Panjatkan kesyukuran kehadrat Tuhan kerana menjadikan kita perempuan dan memberikan keindahan-keindahan itu.
Namun, betapa pun dijaga, dipelihara, dibelai dan ditatap di hadapan cermin saban waktu, tiba masanya segalanya akan pergi jua. Wajah akan suram, mata akan kelam.
Satu sahaja yang tidak akan dimamah usia, sifat keperempuanan yang dipupuk dengan iman dan ibadah.

Anda ingin lebih cantik dan menarik?
  •  Jadikanlah Ghadhdul Bashar (menundukkan pandangan) sebagai "hiasan mata" anda, nescaya akan semakin bening dan jernih.
  • Oleskan "lipstik kejujuran" pada bibir anda, nescaya akan semakin manis.
  • Gunakanlah "pemerah pipi" anda dengan kosmetik yang terbuat dari rasa malu yang dibuat dari salon Iman.
  •  Pakailah "sabun istighfar" yang menghilangkan semua dosa dan kesalahan yang anda lakukan.
  • Rawatlah rambut anda dengan "selendang islami" yang akan menghilangkan kelemur pandangan lelaki.
  • Hiasilah kedua tangan anda dengan gelang tawadhu' dan jari-jari anda dengan cincin ukhuwwah.
  •  Sebaik-baiknya kalung anda adalah kalung "kesucian."
  •  Bedaklah wajah anda dengan "air wudhu."

Sumber : http://www.iluvislam.com



Jumat, 03 Desember 2010

♥♥ Ketika Jilbab Terasa Berat ♥♥


 
♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Aku persembahkan untaian mawar kata yang tak akan engkau lupa selamanya.
Ingat-ingat selalu…dan pahamilah sebaik-baiknya!  

• Berjilbab sebelum menghadapi hisab.
• Wanita tak berjilbab bagai rumah tak berpagar.
• Kerudung lambang ketakwaan dan Islam …kerudung bukti rasa malu dan kesusilaan….kerudung menjaga kewibawaan dan kehormatan…kerudung mahkota terindah untuk kecantikanmu dan bukti terbesar atas kesopanan serta kesempurnaan dirimu.
 • Hai wanita mukmin yang mulia, lindungilah tubuhmu dari sorot tajam mata-mata keranjang…bentengi dengan perisai kesusilaan untuk melumpuhkan panah-panah tajam.
• Bukankah satu hal konyol sekaligus memperhatiakan bila kita melihat wanita tua menambal garis-garis keriput di wajahnya dengan kosmetik dan mengenakan pakaian laki-laki seperti celana panjang dan t-shirt??
• Betapa ruginya wanita yang tak berjilbab…ia sesat dan lalai…ia jual surga dengan harga murah untuk membeli neraka jahim dengan harga mahal.


Apakah diantara wujud iman kepada Allah itu mendahulukan maksiat kepada-Nya ketimbang manaati-Nya? Duh betapa ruginya para wanita, kala mereka rela melepaskan sesuatu yang lebih baik dan mengambil yang tidak bergarga. Yakni ketika mereka memilih bertabarruj menggantikan busana jilbab. Sepadankah budaya buka-bukaan, ugal-ugalan ketelanjangan bila dibandingkan dengan budaya malu, kesusilaan dan kewibawaan ? Modal menikmati masa muda bagaimana yang engkau inginkan, sementara saat keluar ke jalan tanpa berhijab hakikatanya engkau melakukan dosa setiap orang memandangmu? Hitung setiap hari, berapa jumlah dosa yang engkau pikul akibat tabarrujmu saat beribu-ribu pasangmata laki-laki menatapmu.


Berpikirlah wahai wanita, betapa sering engkau melakukan dosa besar ini dan mempertontonkan aurat! Betapa banyak kehormatan yang telah engkau rampas! Banyak sudah fitnah yang engkau bangkitkan! Berapa banyak mata tajam yang telah menelan dangingmu dan menikmati kecantikanmu? Dan berapa banyak jiwa kotor yang ingin menjalin hubungan denganmu? Totallah jumlah dosa-dosa ini setiap kali engkau keluar dan pergi sepanjang hayatmu, niscaya engkau mendapatinya sebagai dosa yang sangat berat, membuatmu tertatih-tatih memikulnya. Dan engkau tak kan sanggup membawanya di hari kiamat. Beginikah cara menikmati masa muda wahai wanita malang, tanpa batas dan aturan-aturan syariat?!

Sesungguhnya jika ia mau merenungkan barang sebentar hal tersebut, pasti wajahnya merah merona karena malu dan ia akan menutup kecantikan dan perhiasannya dari mata-mata buas yang tak tau malu. Tidak berarti ketika memakai jilbab engkau hidup introvert, menjauh dari pergaulan masyarakat. Sama sekali tidak. Bahkan sebaliknya, Islam menghendakimu menjadi pribadi yang supel, mudah akrab dan ramah dengan orang lain: enerjik dengan tetap menjaga rasa malu: rendah hati tapi tidak rendah diri; memiliki harga diri tanpa di bumbui kesombongan.

Pemalu, tidak suka menyakiti, jujur, tidak banyak bicara, banyak berbuat, hati-hati, berbakti lagi suka menyambung silaturahmi, tahu terimakasih lagi penyebar, Siapa melihatmu , siapa berkawan denganmu ia mencintaimu. Dan, seorang wanita yang murah senyum serta berpandangan luas. Renungkanlah sendiri betapa berat beban dosa-dosa ini. Dan untuk selanjutnya, ingat kembali misimu dalam kehidupan ini, untuk apa engkau diciptakan? Engkau akan menemukan jawaban yang benar-benar kontras dengan realita yang engkau jalani. Maka segeralah melakukan taubat tulus kepada Allah sebelum perjalanan ke negeri akhirat keburu lepas.

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥



♥♥♥♫ Jangan Panggil Aku Akhwat ♫♥♥♥

Jangan panggil aku akhwat...
Karena melihat ikwan masih sering terpikat
Dengan ikwan masih sering berkhalwat
Di sekolah pun masih sering berikhtilat

Jangan panggil aku akhwat...
Karena sholat pun masih sering telat
Beribadah masih tidak hikmat
Membaca Alqur'an masih tercekat
Hafalan surat pun masih belum tamat

Jangan panggil aku akhwat...
Kepada org tua dan guru masih belum hormat
Masih suka mendengar lagu-lagu barat
Kepada orang lain sering berpikiran jahat
Bersaing pun dengan tidak sehat


Jangan panggil aku akhwat...
Karena diri ini masih sering khilaf
Masih susah minta maaf begitupun memberi maaf


Jangan panggil aku akhwat...
Karena menjalankan perintah Allah aku masih belum patuh
Karena jiwa ini masih rapuh
Setiap hari selalu mengeluh
Oleh orang tua pun masih susah disuruh


Jangan panggil aku akhwat...
Karena diri ini masih sering berbuat salah
Mulut ini masih sering fitnah
Dimana-mana selalu ghibah


Jangan panggil aku akhwat...
Karena diri ini masih jarang bersedekah
Hati ini selalu resah sering marah-marah
Dan pada orang lain pun tidak ramah


Jangan panggil aku akhwat..
Sungguh sebutan itu belum tepat...
Tapi aku janji selalu berusaha jadi orang yang bermanfaat
Buat keluarga dan para kerabat
Untuk kehidupan yang baik dunia wal akhirat

Tolonglah wahai sahabat.. "Jangan Panggil Aku Akhwat"...